Barusangw nonton tv, ada berita tentang perayaan imlek di beberapa daerah. Seperti biasanya, terdapat tradisi bagi-bagi angpao yang dilakukan. Agak mirip dengan tradisi masyarakat muslim saat hari raya Lebaran, dimana sunah untuk memperbanyak sedekah. Yah, jadi beritanya tentang antrian masyarakat miskin di depan rumah seorang berada yang biasanya tiap tahun melakukan tradisi bagi-bagi angpao. Adasejumlah orang mempertanyakan apakah arti Paska. Mereka berargumen bahwa Paska artinya adalah kematian dan bukan kebangkitan, dan Paska yang diartikan kebangkitan itu adalah produk Konstantin di tahun 300-an. Benarkah argumen ini? Berikut ini kami mengambil informasi, yang disarikan dari buku yang berjudul Ancient Israel, karangan Roland de Padahari pertama Hari Raya Roti Tidak Beragi, pada waktu orang menyembelih domba Paskah, murid-murid berkata kepada Yesus, "Ke tempat mana Engkau kehendaki kami pergi untuk mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?" Lalu Yesus menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan, "Pergilah ke kota! Dalamkebaktian Paskah Kristen roti tidak beragi digunakan untuk melambangkan tubuh Yesus, dan anggur melambangkan darah-Nya dari Perjanjian Baru (Lukas 22:19-20). Ini adalah pengganti simbolis untuk Yesus sebagai kurban Paskah "Anak Domba Allah" yang sebenarnya (Yohanes 1:29). Embunpagi adalah kristalisasi hari. Uap, asap, debu, kabut, yang terakumulasi selama sehari penuh, akan mengalami transformasi akibat kondensasi dan sublimasi, menjadi embun pagi yang murni, suci, bersih. Demikian pula Firman Tuhan, sering tersamar dalam kotornya hari, namun selalu muncul kembali dalam bentuk murni di pagi hari. Asalkan kita rela luangkan waktu, bersihkan hati, biarkan Roh Roma Anicetus, akan kesalahannya dengan tidak merayakan Paskah yang ada di dalam Alkitab (Passover) sesuai dengan tanggalnya dan merayakan Paskah tahunan hari Minggu (Easter) dan sebuah perayaan mingguan Eucharist. Setelah Polycrates, yang secara pribadi dilatih oleh Polycarp. Walaupun begitu, gereja Roma masihlah terus mengejar Episode6 - Pandemi dan Solidaritas Paskah. Sahabat, kadang kita tak dapat sungguh-sungguh mengerti kenapa kita menderita. Tanya kita atas derita ini kadang tak kunjung ada jawabnya. Namun, kita punya pilihan untuk menjadi patah-menyerah atau bersandar penuh harapan. Di balik Corona, kita tersadar bahwa kita saling bergantung satu sama lain. Olehkarena itu, ada beberapa aliran Kristen yang tidak merayakan tradisi Natal, yaitu aliran Gereja Yesus Sejati, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, Seventh Day Baptist (Gereja Baptis Hari Ketujuh), Saksi-Saksi Yehuwa, United Church of God (Perserikatan Gereja Tuhan), Messianic Judaism (Yahudi Mesianik), dan Gereja Jemaat Allah Global Kita-manusia- dan seisi semesta diciptakan Tuhan syarat keberagaman. Dalam keberagaman itu, Tuhan membuatnya menjadi berpasangan-pasangan Seorangpendeta yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, bahwa Advent sendiri tidak konsisten soal merayakan Natal. "Dulu, mereka tidak merayakan Natal, baru kemudian belakangan ini menerima Natal, dan itu pun tidak sepenuhnya. Lucunya, ada Advent yang merayakan, tetapi umumnya gereja-gereja Advent sendiri tidak merayakan." z0V47ud. Bedanya Jumat Agung dengan Ibadah PaskahPerbedaan Jumat Agung dan Paskah dalam Agama Kristen1. Dasar PeristiwaJumat AgungPaskah2. MaknaJumat AgungPaskahBedanya Jumat Agung dengan Ibadah – Perbedaan Jumat Agung dan Paskah. Banyak orang yang tidak bisa membedakan antara perayaan Jumat Agung dan Paskah. Tidak hanya orang awam, melainkan dari kalangan umat Kristen sendiri pun banyak yang tersebut menyebabkan banyak orang menyebut Jumat Agung sebagia paskah. Padahal makna Jumat Agung dan makna Paskah berbeda satu sama lain. Keduanya berbeda meski bila dikaitkan ya mirip-mirip orang Kristen, tentu saja kita harus memahami ahwa sebenarnay kedua hari tersebut berbeda. Dan pada artikel ini kita akan menjelaskannya kepada Anda secara lengkap dan dasarnya perbedaan antara keduanya terletak dari dasar peristiwa dan makna. Anda bisa menyimak ulasan lengkapnya pada pembahasan di bawah berikut ini untuk lebih Jumat Agung dan Paskah dalam Agama KristenLagnsung saja tanpa banyak basa basi kembali, silahkan simak ulasan lengkap mengenai perbedaan antara Jumat Agung dan Paskah di bawah ini. Silahkan simak ulasannya secara Dasar PeristiwaJumat AgungDasar peristiwa Jumat Agung adalah peringatan kematian Tuhan Yesus Kristus di kayu salib. Ini berdasarkan berbagai penelitian yang menurut rincian Kitab Suci mengenai Pengadilan Sanhedrin, peristiwa penyaliban Yesus kemungkinan terjadi pada hari Jumat meski tak dijelaskan mengapa disebut sebagai Jumat Agung karena pada hari tersebut meningatkan kita akan arti penebusan dosa. Selain itu, kita juga diingatkan akan seberapa mahal harga yang perlu dibayar untuk menebus dosa kita semua manusia di muka biasanya dirayakan pada Hari Minggu, hari ketiga jika dihitung dari Jumat Agung. Sampai di sini kita sudah mengetahui perbedaannya, yakni Paskah merupakan hari di mana Yesus dibangkitkan dari kematian-Nya di kayu ini membuktikan bahwa nubuat nabi-nabi terdahlu benar adanya, bahwa Yesus adalah mesias, Sang Juruselamat seperti dijelaskan dalam nabi yang meramalkan kelahiran Yesus. Kebangkitan Yesus juga menyataan bahwa Dia adalah anak Allah, ini merupakan pengharapan bagi kita yang percaya keselamatan yang diberikan-Nya itu MaknaJumat AgungJumat Agung bukan dimaknai sebagai berdukacita, melainkan untuk bersukacita karena cinta yang telah diberikan oleh Allah kepada ktia. Sebab begitu besar kasih-Nya, Dia rela mengorbankan anak-Nya di atas kayu menjadi alasan mengapa kita perlu mengasihi ornag lain. Kita mengasihi karena Allah terlebih dahulu menyatakan kasih-Nya kepada kita melalui Yesus Kristus. Bila kita menyadarinya, maka tak sulit bagi kita untuk membagikan kasih kepada yang Yesus jalani juga memberikan pesan bahwa hidup ini bukan tanpa tujuan dan pasti ada banyak rintangan menghadang. MEski begitu penderitaan bukan seaglanya dan setelah ktia melewati masalah juga bukan suat akhir. Meski kita akan selalu menghadapi masalah namun ada hal yang ingin kita capai, itulah hidup dan risiko yang akan selalu penderitaan Yesus selama di dunia akan selalu menguatkan dan membentuk kita agar dapat memiliki karakter Kristen sejati. Jika kita ingin menjadi pengikut-Nya kita harus memikul salib kita juga bisa dikatakan sebagai pemenang jika dia berhasil melewati tantangan dan masalah. Ini juga alasan mengapa banyak yang menyebut bahwa hidup dalam Kristus akan membuat kita hidup berkemenangan karena kita memiliki banyak terobosan hidup dalam Tuhan bukan menjanjikan kita hidup aman tentram, dan nyaman, melainkan menjamin bahwa kita akan menjadi pemenang dalam setiap persoalan. Bagaimana cara melakukannya? Kita bisa mencontoh keteladanan Yesus Kristus dan bukan menjadi pengecut dengan menghindari mengatakan bila Yesus tak dibangkitkan maka sia-sia pemberitaan yang telah Ia berikan. Ini karena jika Yesus tak dibangkitkan, maka ktia tidak akan diselamatkan. Kebangkitan Yesus mengalahkan maut menjadi pengharapan bagi kita percaya dan berserah kepada Tuhan, kita pasti akan dimampukan untuk melewati masalah. Kebangkitan-Nya juga membuktikan maut tak berkuasa atas Yesus, bila kita beriman dan percaya bahwa Yesus telah menebus dosa kita, maka maut juga tidak akan berkuasa atas kita. Kita adalah manusia merdeka yang hidup di dalam KataSekian pembahasan lengkap dari kami mengenai perbedaan jumat agung dan ibadah paskah. Semoga dengan ini tidak ada kebingungan lagi di antara kita dalam membedakan Jumat Agung dan Advent Tidak Merayakan NatalContoh Doa Ulang Tahun Kristen SingkatLagu Rohani Kristen dengan Tempo Cepat Renungan PagiRabu, 24 Juli 2016PASKAH TERAKHIR“Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?’ Jawab Yesus Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya Pesan Guru waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.’Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah” Matius 2617-19.Yesus sudah bergerak menuju ke salib, sejak Dia pertama kali memberitahu kepada murid-murid-Nya tentang kematian-Nya yang akan datang. Peristiwa-peristiwa sejak masuknya ke Yerusalem penuh kemenangan, mulai mempercepat. Para pemimpin Yahudi telah memutuskan bahwa waktunya telah tiba untuk menghukum mati Dia. Dan Yudas dengan sukarela telah memberi jasanya membantu mereka dalam rencana busuk sudah mendekat. Tetapi Yesus dan para murid-Nya akan makan sajian paskah pada hari Kamis, malam sebelum perjamuan Paskah yang lazim. Dalam kasus Yesus ini suatu keharusan, karena Dia tahu bahwa Dia akan mati pada Jumat malam. Anak domba Paskah akan disembelih di Bait Allah pada Jumat siang, tepat pada waktu Dia juga akan mati. Ketepatan waktu itu penting, karena seperti dikatakan Paulus, Yesus adalah “anak domba Paskah kita [yang] juga telah disembelih” 1 Kor. 57.Kenyataan bahwa Yesus mati di hari Paskah bukan suatu kebetulan. Itu sudah ada di dalam rencana Allah sejak permulaan. Paskah dimulai pada saat keluar dari Mesir. Allah mengadakan itu untuk memperingati di malam umat Israel meloloskan diri, ketika semua anak-anak sulung orang Mesir mati. Setiap keluarga Yahudi diharuskan menyembelih seekor anak domba dan memercikkan darahnya pada ambang pintu sebagai suatu tanda bahwa rumah mereka harus dilewati apabila maut mendadak memasuki rumah-rumah orang Mesir. Percikan darah itu akan menyelamatkan penghuni rumah tersebut. Dan dengan demikian darah anak domba Paskah menyelamatkan umat Allah Kel. 12. Perjanjian Baru memandang Paskah sebagai lambang pekerjaan C. Ryle menjelaskan bahwa “hubungan yang disengaja antara saat Paskah Yahudi dan saat kematian Kristus” adalah penting sekali. “Tidak sekalipun kita dapat meragukan bahwa itu suatu kebetulan, tetapi oleh janji perlindungan Allah, bahwa Tuhan kita disalibkan pada minggu Paskah.... Hal itu dimaksudkan untuk menarik perhatian bangsa Yahudi kepada-Nya sebagai Anak Domba Allah yang benar. Hal itu dimaksudkan menjadi pertanda “penebusan dan penyelamatan dari ikatan dosa, yang akan dibawa Tuhan kita Yesus Kristus.”Paskah yang bersejarah itu adalah titik puncak sejarah penebusan. Setiap agama di dunia ini memperingati hari kelahiran dan kematian dari Nabi yang mereka percayai sebagai perwujudan dari allah/ tuhan yang disembah. Namun, agama Kristen berbeda. Sebagai orang yang percaya kepada Kristus, kita mengenal hari Paskah, sebuah hari di mana Yesus yang mati itu dibangkitkan oleh Allah. Sebuah hari di mana iman Kristen kita menjadi begitu nyata, bahwa kasih Allah kepada seluruh dunia ini tidak dapat dibatasi oleh apapun, termasuk kematian. Paskah Adalah… Bisa dibilang Paskah adalah inti dari semua rencana Allah melalui Yesus Kristus di dunia ini. Ia lahir ke dunia dalam rupa seorang bayi lemah di palungan, di mana kita mengenalnya sebagai Hari Natal. Kemudian, Ia tumbuh dan menjadi besar, memberitakan kabar keselamatan kepada seluruh orang dari berbagai golongan, pemungut cukai, pelacur, nelayan, orang yang dikucilkan. Ia melakukan banyak mukjizat kesembuhan kepada orang berpenyakit kusta, buta, bisu, bahkan membangkitkan Lazarus dan pemuda di Nain dari kematian. Ia menjadi sosok yang begitu terkenal saat itu. Pada akhirnya, Ia dikhianati oleh murid-Nya sendiri, disiksa, dan disalibkan, dan mati tergantung di kayu salib, sebuah kematian yang begitu mengenaskan. Namun, apakah cerita berakhir? Tidak, ternyata ini barulah awal dari cerita yang sesungguhnya. Di hari yang ketiga, Yesus bangkit dari kematian. Ia menang atas maut dan dosa. Kematian dan kebangkitan-Nya telah memulihkan hubungan kita dengan Bapa yang telah rusak akibat dosa-dosa. Kebangkitan-Nya ini adalah inti dari iman Kristen yang sejati. Kita percaya bahwa Yesus telah mati dan bangkit BAGI SAYA. Ia rela berkorban dengan begitu hebat BAGI SAYA. Saya–manusia yang penuh dengan dosa dan cela ini–diberikan sebuah kesempatan untuk menjadi manusia yang baru karena kasih-Nya. Hidup saya kini diubahkan dan saya akan berjalan mengikut-Nya sepanjang hidup saya. Itulah inti dari Paskah. Tidak salah jika orang Kristen mengadakan ibadah di Hari Minggu, karena pada hari Minggu, kita mengimani bahwa kemenangan atas maut telah Tuhan berikan kepada kita. Kita merayakan Paskah setiap minggu, lima puluh dua kali sepanjang tahun, menyelami kembali betapa besarnya kasih Allah kepada setiap kita. Setiap minggu kita mengenang betapa besarnya kasih Allah kepada manusia yang rela mengorbankan anak-Nya sendiri ganti hukuman akibat dosa. Mengapa Kita Merayakan Paskah? Paskah mungkin tidak setenar dengan Natal. Sejak awal Desember, semua toko, mal, gereja, bahkan diskotik merayakan Natal. Ada banyak hiasan Natal, ada banyak perayaan Natal. Paduan Suara Gereja kebanjiran order di hari-hari menjelang Natal. Menurut statistik, lebih dari tiga ratus juta pesan singkat disampaikan pada hari Natal. Namun Paskah? Paskah tidak semeriah Natal. Hanya beberapa hari menjelang dan setelah Paskah kita mengucapkan selamat Paskah. Intinya, Paskah kalah pamor meskipun ia sendiri jauh lebih bermakna–di mana Yesus mau mati dan bangkit untuk menyelamatkan manusia dari hukuman kekal. Meskipun begitu, Paskah tetaplah kita rayakan setiap tahunnya bahkan pada setiap minggu. Mengapa kita merayakan Paskah?Merayakan Paskah berarti mengimani karya Allah melalui kematian dan kebangkitan Yesus. Ia melayakkan kita untuk menyebut Allah sebagai Bapa. Paskah akan selalu memberikan kita kesempatan untuk menyelami begitu besarnya kasih Allah kepada setiap kita bdk. Yohanes 316. Melalui Paskah juga, seharusnya kehidupan kita berubah menjadi semakin seperti Kristus. Selamat merayakan Paskah. –Dituliskan sehari setelah Perayaan Paskah PMK ITB, di Aula Timur, 18 Mei 2012. Mengapa Kita Merayakan Paskah? Sumber Gambar BlogSpot Recommended for you