Bahkanlagu “genjer-genjer” yang identik dengan gerakan PKI 1965 adalah ciptaan seniman Banyuwangi bernama Mohammad Arief yang syairnya bercerita tentang penderitaan warga sekitar saat dijajah oleh pasukan Jepang. Pada periode 1966-1973 musik Banyuwangi sempat mati suri, karena adanya anggapan bahwa kesenian ini berbau PKI. Tahun 1964-1965 di Kediri PKI sedang mengalami masa moncernya. Setiap hari mereka pamer kekuatan di jalan-jalan kota sampai pelosok desa. Terompetnya mendendangkan lagu genjer-genjer. Di sisi utara alun-alun didirikan tribun dan sebuah panggung, tempat para pimpinan memberikan arahan. Rupanya mereka sedang mengadakan kampanye ReadMajalah intervensi tak kasat mata 2016 by LPM SUAKA on Issuu and browse thousands of other publications on our platform. Start here! Gerakan30 September atau yang sering disingkat G 30 S PKI, G-30S/PKI, Gestapu (Gerakan September Tiga Puluh), Gestok (Gerakan Satu Oktober) adalah sebuah peristiwa yang terjadi pada tanggal 30 September 1965 di mana enam pejabat tinggi militer Indonesia beserta beberapa orang lainnya dibunuh dalam suatu usaha pemberontakan yang disebut sebagai usaha Kudeta Lagu“Genjer-genjer” awalnya merupakan stimulus netral, hanya sekadar lagu daerah biasa tentang penderitaan. Lagu “Genjer-genjer” kemudian ditempeli dengan stigma PKI oleh pemerintah waktu itu, sehingga orang menganggap lagu itu tabu. Mendengar lagu itu sama dengan bahaya, karena bisa-bisa dituduh sebagai simpatisan PKI. Tapimemang nari-nari sambil memukul orang. Orang kesakitan, dia nyanyi-nyanyi Genjer-genjer, lagu rakyat Banyuwangi yang digubah PKI,” kata dia. Baca juga: Gerwani, Srikandi yang Ditumpas Orde Baru 1959-1965. PKI yang berkembang pesat dengan kecepatan menakjubkan, ujar Mortimer, selalu kandas oleh skandal kekerasan di tiap periode KomentarArtikel : November 2014 lalu, Koran Kedaulatan Rakyat melansir berita sbb: “Intelejen Kodim 0734 Yogyakarta menyita sebuah Memori Card (MMC) dari HP milik Olehkarena itu, lagu Genjer Genjer dilarang dinyanyikan pada masa Orde Baru, karena orang-orang mengasosiasikannya sebagai lagu PKI. Baca Juga: Gatot Nurmantyo Klaim TNI Disusupi PKI, Ferdinand Hutahaean: Tuduhan Keji dan Fitnah Pecah Belah. Lagu Genjer Genjer sendiri merupakan lagu yang diciptakan seniman Muhammad Arief pada tahun 1940-an. Palingtidak sejak 1 Oktober 1965, lagu Genjer-genjer ciptaan Muhamad Arief hampir tak pernah lagi terdengar. Dalam berita tentang 7 jendral yang dibunuh dan kemudian dilemparkan di lubang buaya, konon lagu ini mengiringi tarian mesum kaum Gerwani. Akhirnya lagunya dicekal dan penciptanya dibunuh. Kini salah satunya Tomi Simatupang, membawanya MiripSejarawanLagu Genjer-genjer yang identik dengan Partai Komunis Indonesia ini masih berada pada sisi gelap sejarah Indonesia.Dalam film "Pengkhianatan G Wiin. Jajang C Noer Foto Aprilandika Pratama / kumparanIsu liar berbau provokasi soal aktivitas bernyanyi lagu 'Genjer-genjer' yang kerap dikaitkan dengan PKI, sempat jadi salah satu pemicu kericuhan massa di Gedung Lembaga Bantuan Hukum LBH pekan lalu. Lagu "Genjer-genjer" memang diputar dalam film G30S/PKI karya sutradara Arifin C Noer. Namun menurut istri almarhum Arifin C Noer, Jajang C Noer, suaminya memilih lagu itu semata-mata karena popularitas lagu itu di masanya. Jajang menegaskan, dirinya sama sekali tidak tahu menahu soal informasi yang menyebut lagu itu adalah lagu favorit orang-orang PKI. Ia yakin, keputusan suaminya menggunakan lagu itu dalam film tak bertujuan untuk memancing kontroversi tertentu."Nah itu yang kita enggak tahu kan, tapi lagu itu memang lagi populer saat itu jadi kita masukan dalam film," ujar Jajang ditemui usai diskusi Populi Center bertajuk "Tentang Film Itu" di Gado-Gado Boplo, Jakarta Pusat, Sabtu 23/9."Itu kan lagunya Bing Slamet, pada tahun 1960-an lagu itu memang top banget. Saya enggak tahu mereka PKI sering dengerin itu atau tidak," imbuh Jajang yang hingga kini masih aktif sebagai Jajang, pemilihan penggunaan lagu "Genjer-genjer" dalam film karya suaminya itu hanya untuk melengkapi data yang diterima oleh tim riset film. Lagu diputar saat adegan para anggota PKI berpesta pora dan menari-nari bersama."Dalam data riset dikatakan para Gerwani menari-nari berpesta-pora, kami enggak gambarin pesta-poranya. Kami gambarin dia joget menurut irama saja dan karena lagu itu top pada masanya ya kita pilih," jelas "Genjer-genjer" besutan seniman asli Banyuwangi, Muhammad Arief, begitu terkenal di tahun 1960-an. Penulis dan periset sejarah Fandy Hutari berpendapat, lagu "Genjer-genjer" diadaptasi dari lagu rakyat berjudul Tong Alak Getak. Saking populernya lagu "Genjer-genjer" di era itu, penyanyi Bing Slamet dan Lilis Suryani yang membawakan lagu itu pun ikut dirasa mewakili nasib dan derita rakyat Indonesia kala itu. Lirik lagu Genjer-genjer bila diterjemahkan, sebetulnya hendak bercerita tentang para ibu yang memanen sayur genjer di petak sawah, dibawa ke pasar untuk dijual, lalu sisanya dimasak. Sama sekali tak menyinggung sejak 1965 hingga kini, lagu "Genjer-genjer" bikin geger, dikaitkan dengan segala hal soal PKI dan komunisme, musuh abadi negeri ini. Tanaman yang rasanya seperti kangkung bila dimasak ini, jadi objek propaganda Orde Baru, dan kerap disebut menjadi musik latar saat para jenderal dibantai. SOLO - Lagu Genjer-Genjer diciptakan oleh seorang seniman asal Banyuwangi, Muhammad Arief, pada dekade dari artikel jurnal Mitos Genjer-Genjer Politik Makna dalam Lagu 2014, syair lagu tersebut dimaksudkan sebagai sindiran atas masa pendudukan Jepang ke Indonesia yang mana membuat kondisi rakyat semakin sengsara dibanding sebelumnya. Saking menderitanya, rakyat kecil bahkan hanya bisa makan dengan lauk tanpa disangka, Genjer-Genjer lalu menjadi begitu populer saat dinyanyikan ulang oleh Bing Slamet dan Lilis Suryani pada tahun 1962. Banyak musisi bahkan memainkan lagu ini di istana presiden pada era kepemimpinan kondisi tersebut, Partai Komunis Indonesia lantas "mendompleng" kepopuleran Genjer-Genjer untuk berkampanye. Lagu yang menggambarkan penderitaan masyarakat desa itu dibawanya ke kalangan akar rumput. Tak hanya itu, PKI bahkan turut mengupayakan agar Genjer-Genjer diperdengarkan secara intensif melalui siaran RRI dan TVRI. Lalu, artis-artis ternama pun dirangkul guna menggaet penggemar masyarakat pun mulai mengasosiasikan lagu ini sebagai "lagu PKI".Baca Juga"Genjer-genjer" Menyakitkan TNI Kata Wapres JKTragedi G30S/PKI Beban Sejarah, Penyelesaian tak MudahOleh karena itu pula, setelah peristiwa G30S, lagu ini seketika menjadi tabu diperdengarkan. Orang-orang yang menyanyikannya bahkan akan ditangkap oleh aparat keamanan dan dicap sebagai seorang Baru sendiri melarang lagu tersebut untuk diperdengarkan dan dinyanyikan lantaran dianggap mengandung isyarat rencana pemberontakan pagi buta pada 1 Oktober 1965. Dikutip dari Tempo, sang pencipta lagunya bahkan ditangkap pada Oktober 1965 dan tidak pernah kembali. - Lagu merupakan sebuah karya seni yang bisa memberikan keceriaan atau ketenangan bagi pendengarnya. Namun, tak semua genre lagu bisa dinikmati, karena terdapat pesan atau menyebabkan traumatis bagi pendengarnya. Di Tanah Air, ada sebuah lagu yang dilarang untuk diputar. Lagu itu adalah Genjer-genjer, yang kerap dikaitkan dengan Partai Komunis Indonesia PKI setelah peristiwa G30S/PKI. Padahal sebenarnya, Genjer-genjer adalah lagu rakyat. Namun karena propaganda politik, Genjer-genjer dianggap milik PKI yang memakai lagu itu kala menghabisi enam jenderal besar Indonesia. Baca Juga Kisah Chamim Badruzzaman, Saksi Hidup Penumpasan PKI di TulungagungUntuk mengetahui lebih dalam, Indozone akan jabarkan secara lengkap mengapa Genjer-genjer disebut lagu PKI Siapa pencipta lagu Genjer-genjer?Dikutip Wikipedia, "Genjer-Genjer" adalah lagu populer berbahasa Osing yang diciptakan oleh seniman asal Banyuwangi, Muhammad Arief, pada tahun 1940-an. Muhammad Arief adalah seorang seniman pemukul alat instrumen angklung. Menurut keterangan teman sebaya Arief, Genjer-genjer diangkat dari lagu dolanan yang berjudul “Tong Alak Gentak”. Lagu rakyat yang hidup di Banyuwangi itu, kemudian diberi syair baru. Lirik Genjer-genjer menggambarkan penderitaan rakyat Syair lagu "Genjer-Genjer" dimaksudkan sebagai sindiran atas masa pendudukan Jepang ke Indonesia. Pada saat itu, kondisi rakyat semakin sengsara dibanding judul Genjer-genjer karena menggambarkan penderitaan rakyat. Di mana genjer’ Limnocharis flava tanaman gulma yang tumbuh di rawa-rawa sebelumnya dikonsumsi itik, namun menjadi rakyat akibat tidak mampu membeli daging. Tanaman Genjer. WikipediaDalam lagu ini, Arief mencoba untuk memanfaatkan fungsi Sastra Lisan, yaitu sebagai kritik sosial, menyindir penguasa, dan alat perjuangan. Genjer-genjer berubah jadi lagu rakyat yang populerSetelah Indonesia merdeka, lagu Genjer-genjer semakin populer dengan dibawakan sejumlah penyanyi dan disiarkan di yang paling dikenal dalam membawakan lagu ini adalah Lilis Suryani dan Bing Slamet. Saking terkenalnya bahkan kemudian muncul pengakuan dari Jawa Tengah, bahwa lagu "Genjer-Genjer" ciptaan Ki Narto Sabdo seorang dalang PKI dalam lagu Genjer-genjerIni adalah awal mula Genjer-genjer dikaitkan dengan PKI. Di masa Demokrasi Terpimpin 1959-1966, PKI melancarkan kampanye besar-besaran untuk meningkatkan popularitas Aidit dalam kongres PKI. HistoriaPKI lantas memakai 'Genjer-genjer' sebagai propaganda, di mana lagu itu menggambarkan gerakan perjuangan rakyat. Karena sering dibawa dalam sejumlah kesempatan, 'Genjer-genjer' kemudian identik dengan PKI.'Genjer-genjer' dilarang di rezim Orde BaruSetelah peristiwa Gerakan 30 September pada tahun 1965, rezim Orde Baru yang anti-komunisme melarang disebarluaskannya lagu ini dikarenakan, adanya cerita yang menyebut anggota Gerwani dan Pemuda Rakyat menyanyikan lagu ini ketika menculik dan menyiksa para jenderal sebelum dibunuh. Peristiwa ini digambarkan pada film Pengkhianatan G 30 S/PKI besutan Arifin C. Noer. 'Genjer-genjer' bebas diputar pasca rezim Orde BaruSetelah berakhirnya rezim Orde Baru pada tahun 1998, larangan penyebarluasan lagu "Genjer-Genjer" secara formal telah berakhir. Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI YouTube/Ahmad Nowmenta PutraLagu ini mulai beredar secara bebas melalui media internet. Walaupun telah diperbolehkan, masih terjadi beberapa kasus yang melibatkan stigmatisasi lagu ini, seperti sekelompok orang demo ke sebuah stasiun radio di Juga Teganya PKI, Ganti Pakaian Adik RA Kartini dengan Goni Sebelum Diarak Keliling KotaBerikut lirik dari lagu Genjer-GenjerGenjer-genjer nong kedokan pating kelelerGenjer-genjer nong kedokan pating kelelerEmaké thulik teka-teka mbubuti génjérEmaké thulik teka-teka mbubuti génjérEmake jebeng padha tuku nggawa welasahGenjer-genjer saiki wis arep diolahGenjer-genjer mlebu kendhil wedang gemulakGenjer-gnjer mlebu kendhil wedang gemulakSetengah mateng dientas ya dienggo iwakSetengah mateng dientas ya dienggo iwakSega sak piring sambel jeruk ring pelancaArtikel menarik lainnya Sejarah Kelam Lagu 'Genjer-Genjer,' Mars Pengiring Pembantaian 7 Jenderal G30S PKI Film Dokumenter Terbaru Keluaran Jerman Ungkap Ada Peran Eks Nazi di G30SPKI, Benarkah? Sejarah Kelam Lubang Buaya, Tempat Pembuangan Jasad 7 Jendral saat Pembantaian G30S/PKI