100 4:23 20 Des 2011 — Beberapa hari setelah sarang jadi, perkutut betina akan bertelur sebanyak dua butir. umur pertama kali kawin dan/atau bertelur, (3) spermatozoa burung, (4) telur burung, (5) clutch size, masa inkubasi dan daya tetas telur, . Tempat Sarang bertelur burung perkutut kenari DLL Terbuat dari bahan plastik .
2 F2 dihasilkan dari perkawinan antara kenari yorkshire (indukan dari F1) dengan kenari F1 3. Hasil dari perkawinan antara kenari F2 dengan kenari indukan kenari F1 menghasilkan keturunan ke 3 atau yang disebut dengan F3. Sumber lain mengatakan bahwa kenari F3 dapat dihasilkan dari perkawinan sesama keturunan F2 4. F4 dihasilkan dari kenari
Bisnis Budidaya, Merawat Burung, Perawatan Hewan. 7 Hal Cara Merawat Anakan Kenari Agar Tidak Mati sudah tidak lagi asing dimasyarakat, burung yang rajin bernyanyi, mudah perawatanya, murah pakanya, mudah budidayanya, serta memiliki nilai jual yang lumayan. Bahkan bila di tekuni usaha budidaya kenari bisa menjadikan sumber pendapatan yang lumayan.
Asampai Z tentang Penangkaran Murai Batu. Murai Batu dikenal dengan kicauannya yang indah, ekor yang menjuntai panjang serta salah satu burung yang cerdas, Murai batu bisa dengan mudah menirukan suara burung lainnya, maka dari itu, makin hari semakin banyak mpminat burung yang satu ini. tidak heran permintaan Murai batu semakin banyak
Amatiapakah kedua burung tersebut benar-benar mau kawin. Apabila kita melihat kenari jantan dan betina sering berkelahi maka pasangan itu perlu untuk dipisah kembali. Jika kita sudah memutuskan pasangan yang akan diternakan, tempatkan pasangan kenaritersebut dalam sebuah sangkar ternak yang telah dilengkapi dengan tempat dan bahan sarang.
7 Kenari betina menjadi gelisah dan biasanya tak berapa lama akan mempersiapkan sarang buat bertelur ( mbunderi ) 8. Masukan pejantan dan biarkan bersama kenari betina untuk kawin. 9. Setelah kenari betina bertelur 2 butir ambil pejantan dari sangkar penangkaran dan jauhkan dari kenari betina yang sedang mengeram. 10.
Setelahitu jemur ranting sampai kering. Untuk ukuran ranting idealnya sekitar 1 – 1,5 cm. Jangan terlalu banyak menggunakan tenggeran dalam kandang ternai kenari. Karena akan membatasi ruang gerak kenari. Tempat Bertelur. Untuk sarang bertelur Anda bisa menggunakan bahan apa saja yang ada.
Pakanyang baik pada periode ini adalah pakan yang banyak mengandung lemak seperti pakan biji2an. Hal tersebut dikarenakan kandungan lemak sangat bagus untuk menjaga kondisi indukan dari resiko kurus / nyilet serta kematian saat mengeram. Telur puyuh bisa diberikan 1 minggu sekali, karena bila berlebihan, bisa menyebabkan Over Birahi, yang mana
Sukaduka dalam berternak kenari yaitu dukanya kalau kita menghadapi kegagalan seperti, burung susah di jodohkan jikalau antara betina dan jantan selalu berantem kedua burung sudah rukun dan bisa bisa bertelur ,Eeh telurnya tidak menetas.Sukanya kalau burung kita sudah rukun kemudian membuat sarang dan bertelur kemudian menetas dan bisa meloloh anak2nya.
7 Setelah poin 6 terlampaui, pisahkan jantan dan betina kenari sehingga keduanya tidak saling lihat. 8. Ulangi kesemua langkah di atas selama 3 hari berikutnya. Nah, setelah lewat 4 hari masa perkawinan, kenari jantan dan betina tidak perlu dicampur lagi. Betina akan bertelur dan mengerami sendiri telur-telurnya. Tips dan info lain: 1.
SlFVgk. Suka kali kami menjumpai pertanyaan-pertanyaan seputar kapan kenari bertelur? berapa lama kenari bertelur sesudah membuat sarang? berapa hari kenari bertelur sesudah proses kawin? dan juga lain-lainya. Bagi sobat kenari mania yng mendambakan kenari kesayangannya bagi atau bisa juga dikatakan untuk segera bertelur memanglah wajar bila tak sabar serta terus menunggu kenarinya supaya segera yng namanya ternak kenari ingin supaya kenarinya terus bertelur serta bertelur sebanyak-banyaknya supaya menghasilkan anakan yng tidak sedikit. Akan tetapi itu seluruh butuh proses, serta setiap satu indukan kenrai bertelur normalya merupakan sekitar 3-4 telur. Selanjutnya tunggu lagi hingga proses perkawinan serta kenari bertelur kembali. Dalam beternak kenari penting adanya kesabaran dari sang penangkar, lantaran yang dengannya kesabaran serta ketelatenan itulah nantinya akan menghasilkan sesuatu yng besar. Jadi, yng terpeting merupakan usaha-usaha yng di lakukan, mulai dari pemberian pakan, vitamin, serta segala hal yng dibutuhkan dalam merawat kenari, baik kenari dalam kondisi biasa ataupun dalam proses perkawinan, bertelur, pengeraman, sampai-sampai indukan merawat proses memanglah saling terkait serta berkesinambungan, jadi jangan hingga meyerah serta frustasi bila menemui tidak banyak permasalahan yng sebetulnya itu mampu diatasi. Adapun burung kenari yng sudah melewati masa kawin serta jangka saatnya hingga sukses bertelur pada umumya yaitu sekitar 1 hingga 2 minggu ataupun seitar 14 hari. Jadi, tetap ditunggu yang dengannya sabar, serta usahakan berikan nutrisi yng cukup, selain itu pula berikan vitamin pada masa-masa yang telah di sebutkan. Berikan vitamin OrBird yng terbuat dari bahan alami yng tentu Amat tidak jelek alias bagus serta efektif membuat kenari tetap fit pada masa cukup sekian tidak banyak berita mengenai kapan kenari itu bertelur sesudah dikawinkan, mudah-mudahan apa yng kami bagikan ini mampu menjadi bacaan yng terang serta bermanfaat buat sobat penghobi kenari. Kami pula telah menulis tulisan atau artikel wacana bunyi kenari pada tulisan atau artikel sebelumnya, silahkan pula dibaca, rujukan dan gambar
Telur Kenari Menetas Dalam Berapa Hari ? Yuks Simak Ulasan Berikut ! Banyak pecinta kicau mania yang tertarik untuk membudidayakan burung kenari, baik itu untuk hobi/hiburan maupun pemanfaatan lain untuk mendapatkan penghasilan. Dari situ juga tentu berbagai pertanyaan pertanyaan baru selalu muncul, salah satu diantaranya yaitu tentang kapan telur burung kenari akan menetas. Pertanyaan seputar hal itu sangatlah wajar bagi kita sebagai peternak burung kenari yang masih pemula atau pun masih terlalu awam mengenai wacana siklus dari budidaya kenari yang baik untuk diterapkan bagi seorang penangkar pemula. Sebelum melangkah lebih jauh untuk memutuskan menangkar burung kenari, alangkah baiknya bagi pemula tersebut memperdalam ilmu ilmu baru yang berkaitan dengan seputaran hal budidaya burung kenari. Ini akan menjadi suatu langkah awal yang baik jika benar benar dikuasai. Karena, pasalnya banyak yang mengatakan bahwa budidaya kenari bisa dibilang cukup sulit dilakukan. Perlu kesabaran dan ketelatenan penuh yang menjadi kunci utamanya. Oleh karena itu, tidak ada salahnya untuk terus menggali informasi atau pun ilmu baru bagi pemula yang hendak menangkar burung kenari. Sebelum berbicara tentang berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menetaskan burung kenari. Perlu kita ketahui dulu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bertelur setelah proses perkawinan. Jika pada insan, memerlukan waktu 9 bulan untuk melahirkan, maka pada induk kenari memerlukan waktu sekitar seminggu atau beberapa hari lebih untuk sang induk dapat bertelur hingga menetas. Dalam proses beternak, kesabaran dari sang penangkar perlu diterapkan agar hasil yang didapat sesuai dengan keinginan. Dan yang terpeting аdаlаh usaha-usaha уаng dilakukan, mulai dаrі pemberian pakan, vitamin, dan segala hal уаng dibutuhkan dalam merawat kenari. Baik ketika kenari dalam kondisi bіаѕа maupun dalam proses perkawinan, proses bertelur, proses pengeraman, sampai waktu indukan merawat anakannya. Lalu berapa lamakah Telur kenari menetas ? Seperti kebanyakan pada umumnya, telur burung kenari akan menetas dalam rentang waktu yang berkisar antara 13 sampai 14 hari. Induk betina lah yang akan mengerami telur tersebut sampai telur berubah menjadi anakan burung. Namun, dimasa pengeraman telur tersebut sang induk jantan juga akan secara otomatis peka untuk bergantian mengerami telurnya apabila si induk betina sedang pergi mengambil pakan atau pun pergi untuk mandi. Seperti yang juga kita ketahui, Induk betina burung kenari biasanya bertelur diwaktu pagi hari sekitar jam 4 sampai jam 8 pagi. Jumlah telur yang dihasilkan tiap induk betina pun juga bervariasi, akan tetapi kebanyakan umumnya sang betina hanya akan menghasilkan 4 telur saja. Ketika telur telah dierami selama kurang lebih 9 hari oleh sang induk, alangkah baiknya pakan yang kita berikan adalah pakan yang bersifat sedikit keras. Seperti bijian – bijian, sayuran sawi putih, kroto rang rang merah, vitamin burung, serta buah lainnya yang menjadi makanan kenari dikesehariaannya. Dan ketika telur sudah menjadi anakan kenari, wajib bagi kita untuk mengganti induk kenari tersebut tersebut dengan pakan yang sifatnya lunak. Hal ini bertujuan, supaya sang induk dapat juga menyuapi anaknya jika sudah menetas dengan mudah. Adapun pakan yang disarankan yaitu, seperti roti serta campuran dari telur puyuh yang sudah kita lembutkan tersebut. Namun, juga diantara para peternak kenari, ada juga yang melakukan perawatan tambahan tersendiri untuk sang anakan kenari. hal ini biasanya dilakukan agar asupan kebutuhan untuk anakan burung kenari dapat tercukupi sehingga sang anak burung dapat tumbuh dengan baik. Dalam proses budidaya burung kenari, tentu banyak juga ketika didalam proses budidaya nya terdapat masalah-masalah yang mungkin akan muncul, seperti bisa saja kenari terserang penyakit, kenari mengalami kondisi stres, telur kenari yang tidak dapat menetas dan masih banyak lagi masalah lainnya. Oleh sebab itu, simak juga beberapa faktor dibawah ini yang menjadi penyebab telur kenari tidak menetas ; 1. Suhu Mempengaruhi Waktu Telur kenari menetas Seringkali, banyak para peternak burung kenari yang menemui kendala dalam proses penetasan telurnya. Hal tersebut tidak lain adalah karena disebabkan karena faktor kondisi cuaca yang sedang terjadi. Apabila suhu terlalu panas, maka dapat membuat telur mengalami dehidrasi sehingga telur pun akan menjadi susah untuk menetas, dan begitu pula sebaliknya, apabila kondisi terlalu dingin tentu akan dapat menghambat perkembangan embrio dalam telur sehingga telur juga akan sangat sulit menetas. Jadi, sangat diperlukan bagi para peternak burung kenari mengatur kondisi ventilasi ruangan saat burung dalam berada dalam masa pengeramannya. 2. Kondisi Psikologi Burung Kenari Kondisi psikologi burung juga menjadi hal yang sangat memengaruhi dalam proses penetasan telur kenari. Perlu diketahui juga ya sobat semua, bahwa kondisi psikologi yang baik tidak hanya berlaku untuk kebaikan insan manusia. Akan tetapi, hal ini juga berlaku bagi beberapa hewan seperti pada burung kenari sebagai contohnya. Apabila induk kenari yang dalam kondisi secara psikologi nya sedang stres, maka perilaku kenari juga akan tidak wajar seperti biasanya. Seringkali kenari akan meninggalkan sarangnya dan tidak mau mengerami telurnya diwaktu masa pengeraman. Sehingga tentu ini akan menyebabkan telur menjadi tidak berhasil menetas didalam masa pengeraman induknya tersebut. 3. Penyakit Selain faktor diatas, faktor penyakit juga dapat menjadi masalah yang menyebabkan telur tidak menetas. Apabila sedang sakit, biasanya sang induk kenari tidak akan mau mengerami telurnya dan lebih memilih untuk meninggalkan telurnya. Tentu hal inilah yang menyebabkan telur bisa jadi akan gagal dalam proses penetasan sesuai periode waktunya. Oleh karena itu, pemberian vitamin pada induk dimasa pengeraman telurnya juga dibutuhkan. Agar kondisi sang induk tetap sehat sampai selesai masa pengeraman hingga menetas. Lengkapi juga kebutuhan mineral untuk induk burung kenari, misalnya menggunakan BirdMineral, yang diberikan sejak awal penangkaran sampai proses pengeraman. Produk ini mengandung sejumlah mineral esensial yang sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan induk dan untuk tumbuh-kembang embrio di dalam telur. 4. Kondisi Hormon Induk Kenari Sebelum memutuskan untuk menyatukan induk betina dan induk jantan burung kenari, sangat perlu untuk terlebih dahulu melakukan pengecekan diawal akan kematangan hormon dari sang induk. Apabila dirasa hormon dari induk kenari belum matang, alangkah baiknya untuk memisahkan terlebih dahulu sampai hormon telah benar benar siap. Apa hubungannya hormon dari sang induk dengan telur menetas atau tidak ? tentu saja hal ini sangat berhubungan, apabila kondisi hormon belum matang maka telur yang dihasilkan pun juga akan kosong alias tidak dapat menetas. Baca Juga 1. Ternak Kenari Bagi Pemula, Bagaimana Caranya?2. Penyebab dan Cara Mengatasi Telur Kenari Lembek Penutup Nah itu tadi, seputar informasi mengenai ektifitas waktu yang diperlukan dalam proses penetasan telur kenari dan juga tentang beberapa faktor yang menyebabkan telur kenari gagal dalam proses penetasannya. Dan untuk mendapatkan informasi lainnya seputar dunia hewan, jangan lupa tetap stay tune di website ini yah sobat. Apabila ada kritik, saran, atau usulan jalan lupa tinggalkan di kolom komentar bawah yah…! Banyak pecinta kicau mania yang tertarik untuk membudidayakan burung kenari, baik itu untuk hobi/hiburan maupun pemanfaatan lain untuk mendapatkan penghasilan. Dari situ juga tentu berbagai pertanyaan pertanyaan baru selalu muncul, salah satu diantaranya yaitu tentang kapan telur burung kenari akan menetas. Pertanyaan seputar hal itu sangatlah wajar bagi kita sebagai peternak burung kenari yang masih…
Berapa hari sekali burung kenari bertelur – Kebanyakan orang mengetahui bahwa burung kenari merupakan salah satu jenis burung yang disukai banyak orang. Terutama bagi para pencinta burung, Kenari memang menjadi incaran utama. Ditambah lagi, burung kenari juga menjadi burung yang digunakan untuk hobi dan bisnis. Namun, tahukah Anda bahwa burung kenari tidak hanya menarik dari sisi penampilannya saja? Burung kenari juga memiliki kemampuan untuk bertelur. Pertanyaan yang muncul adalah berapa hari sekali burung kenari bertelur? Seperti disampaikan oleh pakar burung kenari, Ir. Agus Prasetyo, ia menjelaskan lagi, jika sudah terjadi perkawinan, biasanya Kenari betina yang baru pertama kali kawin, baru akan bertelur setelah enam hari. Setelah bertelur, pejantan sebaiknya dikeluarkan dan telur Kenari umumnya akan menetas setelah 14 hari. Jadi, dalam kurun waktu enam hari saja, burung kenari sudah bisa bertelur. Hal ini sangat mengejutkan karena burung kenari memiliki masa inkubasi yang cukup singkat. Di lain pihak, burung kenari juga cenderung bertelur dengan jumlah yang bervariasi. Misalnya, jika burung kenari betina baru pertama kali kawin, ia bisa bertelur sebanyak 6-8 butir telur. Jika burung kenari betina sudah sering bertelur, maka jumlah telur yang dihasilkan bisa lebih banyak. Ada juga beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah telur yang dihasilkan oleh burung kenari. Misalnya, faktor usia, kondisi fisik, pola makan, dan suhu lingkungan. Jika diperhatikan dan dijaga dengan baik, maka burung kenari betina dapat bertelur dengan jumlah yang maksimal setiap enam hari. Dalam kurun waktu tersebut juga, burung kenari telur yang telah dibuahi bisa menetas kurang lebih 14 hari, pada 24 Mei 2021. Kesimpulannya, burung kenari bertelur dengan jumlah yang bervariasi dan cukup singkat setiap enam hari. Jika dijaga dengan baik, maka burung kenari bisa menghasilkan telur yang maksimal dan menetas dalam kurun waktu 14 hari. Dengan demikian, kini Anda sudah tahu berapa hari sekali burung kenari bertelur. Summary 1Penjelasan Lengkap Berapa hari sekali burung kenari bertelur 1. Burung Kenari biasanya bertelur setelah enam hari terjadi Pejantan harus dikeluarkan setelah Telur Kenari akan menetas setelah 14 Proses bertelur hingga menetas dapat berlangsung selama 20 hari. Penjelasan Lengkap Berapa hari sekali burung kenari bertelur 1. Burung Kenari biasanya bertelur setelah enam hari terjadi perkawinan. Burung kenari merupakan salah satu jenis burung yang banyak dipelihara oleh pecinta burung di berbagai belahan dunia. Burung kenari memiliki kelebihan tersendiri yang membuat banyak orang tertarik untuk memeliharanya. Salah satunya adalah kemampuan burung kenari untuk bertelur. Burung kenari biasanya bertelur setelah enam hari terjadi perkawinan. Hal ini terjadi karena burung kenari memiliki masa inkubasi yang cukup panjang, yakni sekitar dua puluh hari. Jadi, setelah perkawinan berlangsung, burung kenari akan menunggu hingga masa inkubasi selesai sebelum mulai menghasilkan telur. Burung kenari mampu bertelur setiap hari. Namun, jumlah telur yang dihasilkannya bervariasi tergantung pada beberapa faktor, seperti umur, kondisi fisik, dan jenis makanan. Umumnya, burung kenari akan menghasilkan sekitar dua hingga tiga telur setiap hari. Jumlah telur yang dihasilkan juga bervariasi tergantung pada musim. Saat musim panas, burung kenari biasanya akan menghasilkan lebih banyak telur daripada saat musim dingin. Selain itu, jumlah telur yang dihasilkan juga dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tempat burung kenari hidup. Jika kondisi lingkungan burung kenari baik, maka burung kenari mungkin akan menghasilkan lebih banyak telur daripada biasanya. Selain itu, makanan yang diberikan juga berperan dalam menentukan jumlah telur yang dihasilkan oleh burung kenari. Makanan yang diberikan harus berkualitas tinggi dan sesuai dengan kebutuhan gizi burung kenari agar burung kenari dapat menghasilkan telur dengan jumlah yang optimal. Jadi, dapat disimpulkan bahwa burung kenari biasanya bertelur setelah enam hari terjadi perkawinan. Jumlah telur yang dihasilkan burung kenari bervariasi tergantung pada beberapa faktor, seperti umur, kondisi fisik, jenis makanan, dan kondisi lingkungan. Dengan memastikan bahwa kondisi burung kenari optimal dan memberikan makanan yang berkualitas tinggi, maka burung kenari dapat menghasilkan jumlah telur yang optimal. 2. Pejantan harus dikeluarkan setelah bertelur. Burung kenari merupakan salah satu burung yang banyak dijadikan sebagai burung hobi. Selain memiliki suara yang indah, burung kenari juga memiliki bentuk yang cantik. Hal ini yang membuat banyak orang tertarik untuk memelihara burung kenari. Berapa hari sekali burung kenari bertelur? Burung kenari pada umumnya bertelur sekali dalam 3 hari. Namun dengan pemeliharaan yang tepat, burung kenari dapat bertelur hingga 5 hari sekali. Ini dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti kondisi lingkungan, keadaan burung, dan pemeliharaan. Ketika burung kenari bertelur, pejantan harus dikeluarkan dari kandang. Ini dikarenakan jika pejantan tetap tinggal bersama betinanya, pejantan akan terus mencoba melindungi telurnya. Hal ini akan membuat betina merasa tertekan dan takut, sehingga dia tidak akan bertelur lagi. Selain itu, pejantan juga akan menyebabkan masalah kepada betina lain yang tinggal bersama mereka. Jadi, pejantan harus dikeluarkan setelah bertelur untuk menghindari masalah. Namun, jangan lupa untuk menyediakan makanan dan tempat beristirahat yang baik untuk pejantan. Jika pejantan dibiarkan tanpa makanan dan istirahat yang cukup, ia dapat mengalami stres dan menjadi sakit. Dengan demikian, pejantan akan lebih mudah terpapar berbagai penyakit. Ketika pejantan telah dikeluarkan, maka betinanya dapat diganti dengan pejantan baru. Dengan cara ini, betina dapat bertelur kembali dengan jadwal yang lebih teratur. Jadi, untuk memastikan bahwa burung kenari bertelur secara teratur, maka pemiliknya harus memastikan bahwa pejantan harus dikeluarkan setelah ia bertelur. Hal ini akan membantu burung kenari untuk bertelur dengan jadwal yang lebih baik. Pemilik juga harus memastikan bahwa pejantan mendapatkan makanan dan tempat beristirahat yang baik. Dengan cara ini, burung kenari dapat bertelur setiap tiga hari sekali dengan jadwal yang lebih baik. 3. Telur Kenari akan menetas setelah 14 hari. Burung kenari merupakan jenis burung yang memiliki suara dan ciri fisik yang sangat indah. Burung ini juga sangat mudah ditemukan di habitat alami dan sangat populer di antara peternak burung. Burung kenari memiliki kebiasaan bertelur yang unik, dimana mereka bertelur sekali dalam sebulan. Setiap telur yang dibuahi oleh burung itu akan berkembang biak hingga menjadi anak kenari. Telur kenari sendiri sangat berharga karena memiliki kualitas yang baik. Telur ini juga dapat dibedakan berdasarkan warna dan beratnya. Telur kenari yang berwarna putih biasanya lebih berat dibandingkan dengan telur kenari yang berwarna coklat. Telur kenari juga dapat dikonsumsi sebagai makanan sehat. Berapa hari sekali burung kenari bertelur? Burung kenari biasanya akan bertelur setiap bulan. Burung ini akan membuat lubang di tanah atau pohon sebagai tempat untuk bertelur. Burung ini akan mengubur telurnya di sana sehingga telur akan aman dari predator. Setelah burung kenari bertelur, telurnya akan menetas setelah 14 hari. Ketika telur kenari sudah menetas, maka akan menjadi anak burung yang baru. Anak burung kenari ini akan menjalani proses tumbuh dan berkembang hingga menjadi burung dewasa. Proses ini biasanya akan memakan waktu sekitar 3-4 bulan. Selama masa kecil mereka, anak burung kenari akan mendapatkan makanan dan perlindungan dari orang tuanya. Bertelur merupakan proses alamiah yang penting bagi kelangsungan hidup burung kenari. Dengan bertelur, burung ini dapat menyebarkan keturunannya dari satu generasi ke generasi berikutnya. Selain itu, burung kenari juga akan bertelur untuk memastikan bahwa mereka akan memiliki keturunan yang sehat dan kuat. Dengan demikian, burung kenari akan bertelur sekali dalam sebulan, dan telur-telur yang dibuahi oleh burung itu akan menetas setelah 14 hari. Dengan bertelur, burung kenari akan memastikan bahwa keturunannya akan tetap hidup dan selamat. Dengan begitu, burung kenari dapat membuat lingkungannya tetap lestari dan damai. 4. Proses bertelur hingga menetas dapat berlangsung selama 20 hari. Burung kenari merupakan salah satu jenis burung yang banyak dibudidayakan oleh para peternak. Burung ini digemari karena suaranya yang merdu dan mudah untuk diajak bergaul. Burung jenis ini juga banyak dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan seperti lomba burung dan juga hobi kicau. Burung kenari biasanya bertelur dengan frekuensi sekali seminggu. Pada umumnya burung ini akan menetaskan telurnya pada jumlah 2-4 butir setiap kali bertelur. Pada saat bertelur, burung kenari akan menggunakan wadah khusus yang disediakan oleh peternak. Proses menetas telur burung kenari berlangsung selama 20 hari. Mulai dari hari pertama telur dibuat, burung kenari akan mulai mengeram telurnya. Pada hari ke-14 telur akan mulai menetas. Pada hari ke-15 telur akan diangkat untuk menghindari kekurangan oksigen, meningkatkan tingkat kelembaban, dan mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi. Selama proses menetas telur, peternak harus menjaga agar telur tetap hangat dengan suhu di atas 25 derajat celcius. Setelah telur berhasil menetas, peternak harus melakukan pengeluaran dan pemeliharaan terhadap anak burung kenari. Anak burung kenari harus dipelihara dengan baik agar bisa tumbuh dengan sehat. Peternak juga harus memastikan bahwa anak burung kenari memiliki asupan nutrisi yang cukup dan bahwa kandang anak burung kenari tetap bersih. Proses bertelur hingga menetas dapat berlangsung selama 20 hari. Untuk itu, peternak harus melakukan pengawasan yang baik terhadap telur burung kenari dan memastikan bahwa telur yang telah menetas dipelihara dengan baik agar anak burung kenari bisa tumbuh dengan sehat.